The Hunter
Chapter 1 :
"Hiaaat....." Swing , pedang Fui menghunus monster tingkat B tersebut. "Monster macam apa ini? Gampang banget." Ucap Fui dengan sombongnya , lalu dia memungut crystal yang jatuh dari monster tadi.
"Yah walau monsternya mudah tapi crystalnya banyak juga yah?.." Ucap Fui,
"Hmm benar juga , tapi ucapanmu sebelumnya sangatlah tidak baik, apakah kau tidak melihat dirimu kau masih level C, tapi tingkah lakumu seperti Level SS saja." Ucap Rai ,
"Walau pun aku masih level C aku sudah bisa mengalahkan monster yang 1 level diatasku , bukan seperti kau yang diam ketakutan di belakangku. Hump." Ucap Fui mengejek,
"Hei level ku masih jauh di bawahmu tau , dan kalau bukan kau yang memaksaku kemari aku tidak akan pergi ke sini lebih baik aku berburu di hutan dekat kota saja." Ucap Rai membela diri
"Hump, alasan saja kau, ya sudah mari kita lanjutkan berburu lagi." Ajak Fui, "Baiklah tapi jangan terlalu jauh oke kita kan masih kelas C dan hutan ini adalah hutan sinar yang memiliki monster tingkat B hingga B+"Ujar Rai,
"Oke oke kita maju sedikit saja lagian kita dalam satu party jadi kita bisa mendapatkan Poin Hunter sama-sama dan mungkin saja kita bisa naik ke tingkat C+" Ujar Fui, "Oke!" Ucap Rai .
"Hiaaat....." Swing , pedang Fui menghunus monster tingkat B tersebut. "Monster macam apa ini? Gampang banget." Ucap Fui dengan sombongnya , lalu dia memungut crystal yang jatuh dari monster tadi.
"Yah walau monsternya mudah tapi crystalnya banyak juga yah?.." Ucap Fui,
"Hmm benar juga , tapi ucapanmu sebelumnya sangatlah tidak baik, apakah kau tidak melihat dirimu kau masih level C, tapi tingkah lakumu seperti Level SS saja." Ucap Rai ,
"Walau pun aku masih level C aku sudah bisa mengalahkan monster yang 1 level diatasku , bukan seperti kau yang diam ketakutan di belakangku. Hump." Ucap Fui mengejek,
"Hei level ku masih jauh di bawahmu tau , dan kalau bukan kau yang memaksaku kemari aku tidak akan pergi ke sini lebih baik aku berburu di hutan dekat kota saja." Ucap Rai membela diri
"Hump, alasan saja kau, ya sudah mari kita lanjutkan berburu lagi." Ajak Fui, "Baiklah tapi jangan terlalu jauh oke kita kan masih kelas C dan hutan ini adalah hutan sinar yang memiliki monster tingkat B hingga B+"Ujar Rai,
"Oke oke kita maju sedikit saja lagian kita dalam satu party jadi kita bisa mendapatkan Poin Hunter sama-sama dan mungkin saja kita bisa naik ke tingkat C+" Ujar Fui, "Oke!" Ucap Rai .
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dan mengalahkan monster bersama sama , dan tanpa mereka sadari mereka memasuki daerah yang cukup berbahaya. Daerah Monster Leader tingkat B+ . mereka terkejut bukan main namun untungnya monster leader tersebut tidak mengetahui keberadaan mereka dan dengan perlahan mereka berjalan mundur lalu lari menjahui bos tersebut, setelah mereka berhasil menjauh dari daerah tersebut mereka pun memutuskan untuk kembali ke kota dan menjual semua item dan crystal yang mereka dapatkan dari hasil hunting tadi.
"Huft hampir saja yah...?" Ucap Fui,
"Iya tapi tetap saja aku masih merasa ketakutan. Apa kau lihat rupa monster tadi dia besar sekali apa mungkin dia monster leader?" Tanya Rai,
"Itu memang leader pe'a" Balas Fui,
" Oalah pantesan gede banget" Jawab Rai.
"Oiyah ngomong ngomong Rai kamu dapat Brapa poin dari hunting tadi?" Tanya Fui,
"Hmm sebentar, Poin awal ku 45 dari 1595 poin dan sekarang 160 poin, jadi aku dapet 115 poin dari hasil hunting tadi." Jawab Rai.
"Walah lumayan yah , tapi masih dikit itu kalo aku dapet 255 poin , dan sekarang poin ku 460 poin . mantap kan " Ucap Fui sambil mengacungkan jempol kanannya ke Rai.
"Weleh kok bisa ? Padahal kita se-party loh? Ucap Rai heran,
"Lah dari tadi kan aku yang paling banyak bunuh monster yah jadi aku yang dapat poin paling banyak!" Jelas Fui " Dan kamu kan cuman bantu dari belakang " Lanjut Fui mengejek ,
"Ye... Tetep aja kan aku juga ngebunuh beberapa" Balas Rai ,
"Yaudah lah kita pulang dulu aja Fu, besok hunting lagi , tapi inget jangan jauh jauh yak! Nanti malah ketemu leader lagi." Ucap Rai,
"Uokeh Bos!" Balas Fui.
Fui dan Rai adalah sahabat karib sejak mereka kecil , karena orang tua Fui meninggal akibat serangan monster tingkat A+ memasuki Kota Saint 15 tahun silam, lalu Fui yang saat itu berumur 1 tahun 3 bulan di adopsi oleh orang tua Rai , dan sejak saat itulah Fui dan Rai menjadi sahabat bahkan seperti saudara.
"Huft hampir saja yah...?" Ucap Fui,
"Iya tapi tetap saja aku masih merasa ketakutan. Apa kau lihat rupa monster tadi dia besar sekali apa mungkin dia monster leader?" Tanya Rai,
"Itu memang leader pe'a" Balas Fui,
" Oalah pantesan gede banget" Jawab Rai.
"Oiyah ngomong ngomong Rai kamu dapat Brapa poin dari hunting tadi?" Tanya Fui,
"Hmm sebentar, Poin awal ku 45 dari 1595 poin dan sekarang 160 poin, jadi aku dapet 115 poin dari hasil hunting tadi." Jawab Rai.
"Walah lumayan yah , tapi masih dikit itu kalo aku dapet 255 poin , dan sekarang poin ku 460 poin . mantap kan " Ucap Fui sambil mengacungkan jempol kanannya ke Rai.
"Weleh kok bisa ? Padahal kita se-party loh? Ucap Rai heran,
"Lah dari tadi kan aku yang paling banyak bunuh monster yah jadi aku yang dapat poin paling banyak!" Jelas Fui " Dan kamu kan cuman bantu dari belakang " Lanjut Fui mengejek ,
"Ye... Tetep aja kan aku juga ngebunuh beberapa" Balas Rai ,
"Yaudah lah kita pulang dulu aja Fu, besok hunting lagi , tapi inget jangan jauh jauh yak! Nanti malah ketemu leader lagi." Ucap Rai,
"Uokeh Bos!" Balas Fui.
Fui dan Rai adalah sahabat karib sejak mereka kecil , karena orang tua Fui meninggal akibat serangan monster tingkat A+ memasuki Kota Saint 15 tahun silam, lalu Fui yang saat itu berumur 1 tahun 3 bulan di adopsi oleh orang tua Rai , dan sejak saat itulah Fui dan Rai menjadi sahabat bahkan seperti saudara.
Di kemudian hari mereka kembali berburu di hutan yang sama , namun setelah memasuki wilayah hutan , mereka memutuskan untuk melewati jalan yang berbeda dengan kemarin dengan tujuan mungkin mendapatkan crystal dan item yang lebih banyak dan bagus , dan juga agar tidak bertemu dengan monster leader.
Beberapa jam berlalu dan tanpa mereka sadari mereka tersesat dalam hutan tersebut , karena itu adalah pengalaman kedua mereka hunting di hutan tersebut, dan tanpa mereka sadari pula bahwa mereka telah memasuki area terlarang yang ada di hutan tersebut, tempat di mana banyak The Hunters menghilang tanpa jejak , karena tempat tersebut di penuhi dengan kabut yang sangat tebal, dan konon ditempat tersebut ada desas desus tentang gas beracun , pasir hisap , dan ada monster tingkat A+ yang tersesat di tempat tersebut, yang dimana mendengar namanya saja membuat bulu kuduk berdiri.
"Fui, kamu ngerasa nggak kalo kita dari tadi muter - muter aja." Tanya Rai,
"Iya Rai kayaknya kita kesasar deh" Jawab Fui ,
"Jangan jangan kita masuk di daerah terlarang deh Fu..! " Ucap Rai ,
"Mungkin aja Rai , tapi kita berdoa aja , agar kita dapat keluar dari daerah ini" Ujar Fui.
Setelah beberapa lama mereka berjalan menyusuri kabut di area terlarang itu mereka mendengar sesuatu yang sangat mengerikan.
"Fu, apa kau mendengarnya? " tanya Rai,
"Iya Rai aku juga dengar" jawab Fui,
"Apa jangan - jangan mitos tentang monster tingkat A+ tersebut benar benar ada? " Tanya Rai kembali,
"Jangan jangan mitos itu...." Jawab Fui ,
Belum selesai berbicara tiba tiba sebuah monster berukuran besar datang di hadapan mereka , karena sangat ketakutan mereka berlari dengan sangat cepat sambil berteriak meminta tolong , walaupun mereka tau tidak akan ada orang lain yang mendengarnya selain diri mereka sendiri.
"Fu apa kita akan selamat? " Tanya Rai dengan sangat ketakutan ,
"Ntah Rai , tapi lebih baik kita berteriak minta tolong saja! " Pinta Fui ,
"Hm. " Angguk Rai ,
"Tolong..... Seseorang Tolong kami " Teriak mereka berdua .
Setelah berteriak cukup lama, akhirnya datang beberapa orang dengan Level A hingga A+ yang datang membantu. "Hiaat... " Swing, Siut... , Wush.., suara ayunan pedang dan beberapa anak panah yang terlempar dari busur dan membuat monster yang mengejar mereka menjadi cukup kritis lalu datang seseorang lagi menguhunuskan pedangnya ke arah monster dan membuat monster tersebut terbunuh dan menjatuhkan banyak sekali item dan crystal.
"Kalian baik baik saja ?" tanya seseorang dari sebuah party tersebut . "Iya kami baik baik saja , terima kasih!" Ujar Fui , "Hei kabutnya menghilang " Ucap Rai heran, "Jadi apa mungkin selama ini , kabut yang ada di tempat ini di sebabkan oleh monster tadi?" Ucap salah seorang dari party tersebut, "Okeh baiklah Sin tolong ambil semua item dan crystal tersebut oke" Pintah seorang dari tersebut yang mungkin dia adalah leadernya, "Baiklah.." ucap Sin agak malas , "Hm.. makasih yah, Sin! , oh ya dan kenalkan aku Fan , dia Kai , dia Sia , dan dia Sin (sambil berbisik) yang aku minta memungut item disana! Hahahaha " Ucap Fan, "Oh aku Fui dan ini sahabatku Rai, salam kenal " Ucap Fui sambik menjabat tangan Fan, lalu salah satu dari mereka menghampiri Fui dia adalah gadis yang cantik dan juga kuat, Sia dia adalah adik Sin dan Sia adalah the hunter tipe penyihir dan juga penyembuh, " Hei apa dari kalian ada yang terluka? " Tanya Sia, "Ah tidak kami baik baik saja , untung ada kalian yang meyelamatkan kami, jadi kami berterima kasih untuk itu!" Ujar Fui, "Dan ngomong ngomong kalian siapa?" Lanjut Fui, "Oh kami adalah kelompok The Guardians , tujuan kami adalah mencari dan menyelamatkan para hunters yang tersesat dan juga para hunters yang menghilang" Jawab Sia, "Apa ...? Jadi kalian adalah para Guardians yang terkenal itu?" Ucap Rai takjub "Akhirnya aku dapat bertemu dengan kalian " Lanjutnya, " Apa kami seterkenal itu?" Tanya Sin, "Apa kalian tidak menyadarinya?" Tanya Rai , "Tentu saja kami tau , tapi kami tidak begitu yakin dengan hal itu!" Jawab Sin, "Oh ya aku dengar kalian membuat sebuah guild , apa benar? " Tanya Fui, "Tidak kami tidak membangun sebuah guild , kami hanya membuat sebuah party dan menamainya dengan Guardians , dan untuk rumor yang bilang bahwa kami membuat sebuah guild , itu semua tidaklah benar , karena kami hanya membuat sebuah party" Jelas Fan selaku leader The Guardians, "Hmm.... Jadi seperti itu, Lalu... Apa boleh kita berdua bergabung dengan party kalian?" Tanya Fui, "Apa kalian mau bergabung dengan kami? , melawan monster seperti itu saja kalian takut.. Hahaha" Ejek Sin , "Hei kak Sin , apa kau tak sadar level mereka kan masih terlalu kecil, jadi pantas saja bila mereka ketakutan saat melihat monster dengan tingkat A+ seperti itu!" Balas Sia membela, "Tau kau Sin padahal level mu kan paling rendah dari kita bertiga?" Sahut Kai mengejek, "Hei Kai dari tadi kau hanya diam kenapa sekarang kau ikutan ngomong , ngejek lagi , ngajak bratem , hah?" Sahut Sin sambil mengacungkan pedang ke arah Kai, "Hei kalian! , bisa diem nggak sih?" Bentak Fan , suasana pun hening sejenak , lalu Fan kembali berbicara dan memecah keheningan tersebut, "Baiklah kalian kemarilah dan perlihatkan informasi kalian!" Suruh Fan , lalu Fui dan Rai menunjukkan informasi Hunter mereka kepada Fan, "Hm.. Baiklah tapi aku hanya akan menerima 1 dari kalian untuk menjadi anggota party kami" Ucap Fan, "Fui kau bisa ikut dengan party kami dan Rai aku minta ma..." "Tunggu tunggu sebentar , kenapa hanya aku? dan Rai kenapa tidak bisa?" Potong Fui, "Maaf kalau masalah itu aku nggak bisa bicara ke kalian" Jelas Fan , "Tapi..." Ucap Fui , "Udahlah Fu nggak apa apa , aku bisa lanjut sendiri kok" potong Rai, "Ndak Rai aku nggak mau ninggalin sahabat aku demi keinginan kecilku sendiri" Ucap Fui "Kak Fan tolong lah ajak sahabatku ini juga karena aku nggak mungkin ninggalin dia sendiri, lagian dia adalah tipe penyihir mungkin dia juga bisa membantu" Pinta Fui sambil berlutut di hadapan Fan, "Hei kita udah punya tipe penyihir yang lebih hebat dari dia tau" Ucap Sin mengejek, "Kak tolong lah ikutkan sahabat aku kedalam party juga!" Ucap Fui kembali, "Fu berdirilah!" Pinta Fan , dan Fui pun berdiri. "Fu kau menganggap Rai itu sebagai apa?" Tamya Fan, "Aku menggapnya sebagai sahabat karib dan bahkan aku sudah menganggapnya sebagai saudara kandungku , karena saat kecil orang tuaku meninggal karena penyerangan kota oleh monster sekitar 15 tahun yang lalu , dan aku pun di adopsi oleh orang tua Rai hingga saat ini" Jelas Fui , dan suasana menjadi hening kembali. "Jadi tolong ikutkan Rai kedalam party juga!" Lanjut Fui dan bersujud, sesaat suasana kembali henin dan Fan pun akhirnya menyetujuinya, "Hm... Baiklah aku akan mengikutkan Rai ke dalam party, dengan syarat Fui kau harus bisa melindungi Rai walaupun tanpa ada kami!" Jelas Fan, "Hah.… Terima kasih banyak kak Fan, terima kasih!" ucap Fui sambil bersujud, "Baiklah Fu berdirilah , dan kembalilah dulu besok di altar kota kami akan menjemputmu!" Suruh Fan, "Baiklah kak terima kasih" Ucap Fui , "Terima kasih kak Fan kami kembali dulu! Sampai jumpa" Ucap Rai. "Sampai jumpa" Balas Fan. setelah Fui dan Fan pergi agak jauh Sin pun berbicara kepada Fan , " Fan apa yang kau lakukan? Kami tahu kalau kau lebih tua dan memiliki level yang lebih tinggi dan sekaligus sebagai leader di party ini, tapi kenapa kau tidak membicarakan duhulu dengan kami?" Tanya Sin ,"Karena , dia adalah , adik kandungku!" Jelas Fan, lalu serentak Kai,Sin,dan Sia berteriak "Apa...?", "Jadi selama ini kau punya saudara ? " Tanya Sin, "Hm.. Iya itu benar aku punya seorang saudara laki laki namun saat dia masih berumur 1 tahun 3 bulan orang tua kami meningal karena serangan monster 15 tahun yang lalu , lalu aku menitipkan adikku ke orang tua Kai ,dan saat itulah aku memutuskan untuk menjadi The Hunter saat berumur 6 tahun , walaupun itu sangat bertentangan dengan aturan kota bahwa untuk menjadi The Hunter kalian harus berumur paling sedikit 15 tahun, aku menghiraukannya dan membeli peralatan Hunter dengan uang pemberian Orang tuaku . Namun setelah aku menjadi the hunter aku tidak pernah lagi menemuinya lagi , dan setelah 15 tahun akhirnya aku bertemu dengan dia lagi bahkan aku hampir saja melupakannya, dan untuk permohonan maaf ku padanya aku mengijinkan dia untuk bergabung dengan party kita" Jelas Fan , "Tapi kamu masih tidak berhak untuk memasukkannya hanya karena kepentingan pribadi mu , itu namanya Egois" Balas Sin, "Aku bukanlah orang yang egois aku mengikutkannya bukan hanya karena dia adalah adikku , tapi dia juga memiliki Kemampuan tingkat B+ walau dia masih level C" Jelas Fan kembali, "Apa...? Jadi dia masih level C , nekad sekali dia masuk ke wilayah dengan monster tingkat B keatas, walau pun demikian jika dia memiliki kemampuan B+ itu tidak masalah, Tapi..." Ucap Sin, "Kak Sin sudahlah diam! , aku dan Kai tidak keberatan dengan hal itu, iya kan Kai ?" Ucap Sia, "Hmm. Tentu saja kenapa harus keberatan , lagi pula dia memiliki kemampuan setara dengan level B+ kan , jadi sama saja dia dengan tingkat A , dan untuk Rai karena dia adalah tipe penyihir maka kita bisa meminta Sia untuk melatihnya dan juga membantu Sia , benarkan Sia?" Ucap Kai, "Hah aku ?Hmm baiklah" Ucap Sia, "Hee... Kalian berdua dasar..." Ucap Sin, "Sin sudah diam , ini sudah sore lebih baik kita kembali dan beristirahat untuk penyusuran esok!" Ucap Fan. "Hm..Baiklah" Balas Sin.
Beberapa jam berlalu dan tanpa mereka sadari mereka tersesat dalam hutan tersebut , karena itu adalah pengalaman kedua mereka hunting di hutan tersebut, dan tanpa mereka sadari pula bahwa mereka telah memasuki area terlarang yang ada di hutan tersebut, tempat di mana banyak The Hunters menghilang tanpa jejak , karena tempat tersebut di penuhi dengan kabut yang sangat tebal, dan konon ditempat tersebut ada desas desus tentang gas beracun , pasir hisap , dan ada monster tingkat A+ yang tersesat di tempat tersebut, yang dimana mendengar namanya saja membuat bulu kuduk berdiri.
"Fui, kamu ngerasa nggak kalo kita dari tadi muter - muter aja." Tanya Rai,
"Iya Rai kayaknya kita kesasar deh" Jawab Fui ,
"Jangan jangan kita masuk di daerah terlarang deh Fu..! " Ucap Rai ,
"Mungkin aja Rai , tapi kita berdoa aja , agar kita dapat keluar dari daerah ini" Ujar Fui.
Setelah beberapa lama mereka berjalan menyusuri kabut di area terlarang itu mereka mendengar sesuatu yang sangat mengerikan.
"Fu, apa kau mendengarnya? " tanya Rai,
"Iya Rai aku juga dengar" jawab Fui,
"Apa jangan - jangan mitos tentang monster tingkat A+ tersebut benar benar ada? " Tanya Rai kembali,
"Jangan jangan mitos itu...." Jawab Fui ,
Belum selesai berbicara tiba tiba sebuah monster berukuran besar datang di hadapan mereka , karena sangat ketakutan mereka berlari dengan sangat cepat sambil berteriak meminta tolong , walaupun mereka tau tidak akan ada orang lain yang mendengarnya selain diri mereka sendiri.
"Fu apa kita akan selamat? " Tanya Rai dengan sangat ketakutan ,
"Ntah Rai , tapi lebih baik kita berteriak minta tolong saja! " Pinta Fui ,
"Hm. " Angguk Rai ,
"Tolong..... Seseorang Tolong kami " Teriak mereka berdua .
Setelah berteriak cukup lama, akhirnya datang beberapa orang dengan Level A hingga A+ yang datang membantu. "Hiaat... " Swing, Siut... , Wush.., suara ayunan pedang dan beberapa anak panah yang terlempar dari busur dan membuat monster yang mengejar mereka menjadi cukup kritis lalu datang seseorang lagi menguhunuskan pedangnya ke arah monster dan membuat monster tersebut terbunuh dan menjatuhkan banyak sekali item dan crystal.
"Kalian baik baik saja ?" tanya seseorang dari sebuah party tersebut . "Iya kami baik baik saja , terima kasih!" Ujar Fui , "Hei kabutnya menghilang " Ucap Rai heran, "Jadi apa mungkin selama ini , kabut yang ada di tempat ini di sebabkan oleh monster tadi?" Ucap salah seorang dari party tersebut, "Okeh baiklah Sin tolong ambil semua item dan crystal tersebut oke" Pintah seorang dari tersebut yang mungkin dia adalah leadernya, "Baiklah.." ucap Sin agak malas , "Hm.. makasih yah, Sin! , oh ya dan kenalkan aku Fan , dia Kai , dia Sia , dan dia Sin (sambil berbisik) yang aku minta memungut item disana! Hahahaha " Ucap Fan, "Oh aku Fui dan ini sahabatku Rai, salam kenal " Ucap Fui sambik menjabat tangan Fan, lalu salah satu dari mereka menghampiri Fui dia adalah gadis yang cantik dan juga kuat, Sia dia adalah adik Sin dan Sia adalah the hunter tipe penyihir dan juga penyembuh, " Hei apa dari kalian ada yang terluka? " Tanya Sia, "Ah tidak kami baik baik saja , untung ada kalian yang meyelamatkan kami, jadi kami berterima kasih untuk itu!" Ujar Fui, "Dan ngomong ngomong kalian siapa?" Lanjut Fui, "Oh kami adalah kelompok The Guardians , tujuan kami adalah mencari dan menyelamatkan para hunters yang tersesat dan juga para hunters yang menghilang" Jawab Sia, "Apa ...? Jadi kalian adalah para Guardians yang terkenal itu?" Ucap Rai takjub "Akhirnya aku dapat bertemu dengan kalian " Lanjutnya, " Apa kami seterkenal itu?" Tanya Sin, "Apa kalian tidak menyadarinya?" Tanya Rai , "Tentu saja kami tau , tapi kami tidak begitu yakin dengan hal itu!" Jawab Sin, "Oh ya aku dengar kalian membuat sebuah guild , apa benar? " Tanya Fui, "Tidak kami tidak membangun sebuah guild , kami hanya membuat sebuah party dan menamainya dengan Guardians , dan untuk rumor yang bilang bahwa kami membuat sebuah guild , itu semua tidaklah benar , karena kami hanya membuat sebuah party" Jelas Fan selaku leader The Guardians, "Hmm.... Jadi seperti itu, Lalu... Apa boleh kita berdua bergabung dengan party kalian?" Tanya Fui, "Apa kalian mau bergabung dengan kami? , melawan monster seperti itu saja kalian takut.. Hahaha" Ejek Sin , "Hei kak Sin , apa kau tak sadar level mereka kan masih terlalu kecil, jadi pantas saja bila mereka ketakutan saat melihat monster dengan tingkat A+ seperti itu!" Balas Sia membela, "Tau kau Sin padahal level mu kan paling rendah dari kita bertiga?" Sahut Kai mengejek, "Hei Kai dari tadi kau hanya diam kenapa sekarang kau ikutan ngomong , ngejek lagi , ngajak bratem , hah?" Sahut Sin sambil mengacungkan pedang ke arah Kai, "Hei kalian! , bisa diem nggak sih?" Bentak Fan , suasana pun hening sejenak , lalu Fan kembali berbicara dan memecah keheningan tersebut, "Baiklah kalian kemarilah dan perlihatkan informasi kalian!" Suruh Fan , lalu Fui dan Rai menunjukkan informasi Hunter mereka kepada Fan, "Hm.. Baiklah tapi aku hanya akan menerima 1 dari kalian untuk menjadi anggota party kami" Ucap Fan, "Fui kau bisa ikut dengan party kami dan Rai aku minta ma..." "Tunggu tunggu sebentar , kenapa hanya aku? dan Rai kenapa tidak bisa?" Potong Fui, "Maaf kalau masalah itu aku nggak bisa bicara ke kalian" Jelas Fan , "Tapi..." Ucap Fui , "Udahlah Fu nggak apa apa , aku bisa lanjut sendiri kok" potong Rai, "Ndak Rai aku nggak mau ninggalin sahabat aku demi keinginan kecilku sendiri" Ucap Fui "Kak Fan tolong lah ajak sahabatku ini juga karena aku nggak mungkin ninggalin dia sendiri, lagian dia adalah tipe penyihir mungkin dia juga bisa membantu" Pinta Fui sambil berlutut di hadapan Fan, "Hei kita udah punya tipe penyihir yang lebih hebat dari dia tau" Ucap Sin mengejek, "Kak tolong lah ikutkan sahabat aku kedalam party juga!" Ucap Fui kembali, "Fu berdirilah!" Pinta Fan , dan Fui pun berdiri. "Fu kau menganggap Rai itu sebagai apa?" Tamya Fan, "Aku menggapnya sebagai sahabat karib dan bahkan aku sudah menganggapnya sebagai saudara kandungku , karena saat kecil orang tuaku meninggal karena penyerangan kota oleh monster sekitar 15 tahun yang lalu , dan aku pun di adopsi oleh orang tua Rai hingga saat ini" Jelas Fui , dan suasana menjadi hening kembali. "Jadi tolong ikutkan Rai kedalam party juga!" Lanjut Fui dan bersujud, sesaat suasana kembali henin dan Fan pun akhirnya menyetujuinya, "Hm... Baiklah aku akan mengikutkan Rai ke dalam party, dengan syarat Fui kau harus bisa melindungi Rai walaupun tanpa ada kami!" Jelas Fan, "Hah.… Terima kasih banyak kak Fan, terima kasih!" ucap Fui sambil bersujud, "Baiklah Fu berdirilah , dan kembalilah dulu besok di altar kota kami akan menjemputmu!" Suruh Fan, "Baiklah kak terima kasih" Ucap Fui , "Terima kasih kak Fan kami kembali dulu! Sampai jumpa" Ucap Rai. "Sampai jumpa" Balas Fan. setelah Fui dan Fan pergi agak jauh Sin pun berbicara kepada Fan , " Fan apa yang kau lakukan? Kami tahu kalau kau lebih tua dan memiliki level yang lebih tinggi dan sekaligus sebagai leader di party ini, tapi kenapa kau tidak membicarakan duhulu dengan kami?" Tanya Sin ,"Karena , dia adalah , adik kandungku!" Jelas Fan, lalu serentak Kai,Sin,dan Sia berteriak "Apa...?", "Jadi selama ini kau punya saudara ? " Tanya Sin, "Hm.. Iya itu benar aku punya seorang saudara laki laki namun saat dia masih berumur 1 tahun 3 bulan orang tua kami meningal karena serangan monster 15 tahun yang lalu , lalu aku menitipkan adikku ke orang tua Kai ,dan saat itulah aku memutuskan untuk menjadi The Hunter saat berumur 6 tahun , walaupun itu sangat bertentangan dengan aturan kota bahwa untuk menjadi The Hunter kalian harus berumur paling sedikit 15 tahun, aku menghiraukannya dan membeli peralatan Hunter dengan uang pemberian Orang tuaku . Namun setelah aku menjadi the hunter aku tidak pernah lagi menemuinya lagi , dan setelah 15 tahun akhirnya aku bertemu dengan dia lagi bahkan aku hampir saja melupakannya, dan untuk permohonan maaf ku padanya aku mengijinkan dia untuk bergabung dengan party kita" Jelas Fan , "Tapi kamu masih tidak berhak untuk memasukkannya hanya karena kepentingan pribadi mu , itu namanya Egois" Balas Sin, "Aku bukanlah orang yang egois aku mengikutkannya bukan hanya karena dia adalah adikku , tapi dia juga memiliki Kemampuan tingkat B+ walau dia masih level C" Jelas Fan kembali, "Apa...? Jadi dia masih level C , nekad sekali dia masuk ke wilayah dengan monster tingkat B keatas, walau pun demikian jika dia memiliki kemampuan B+ itu tidak masalah, Tapi..." Ucap Sin, "Kak Sin sudahlah diam! , aku dan Kai tidak keberatan dengan hal itu, iya kan Kai ?" Ucap Sia, "Hmm. Tentu saja kenapa harus keberatan , lagi pula dia memiliki kemampuan setara dengan level B+ kan , jadi sama saja dia dengan tingkat A , dan untuk Rai karena dia adalah tipe penyihir maka kita bisa meminta Sia untuk melatihnya dan juga membantu Sia , benarkan Sia?" Ucap Kai, "Hah aku ?Hmm baiklah" Ucap Sia, "Hee... Kalian berdua dasar..." Ucap Sin, "Sin sudah diam , ini sudah sore lebih baik kita kembali dan beristirahat untuk penyusuran esok!" Ucap Fan. "Hm..Baiklah" Balas Sin.
Komentar
Posting Komentar